Lintas Mengabarkan
Iklan banner juli

Kerja Tidak Dibayar, Orang Tua Korban Penganiayaan Mengaku Diperas LS Cs

MEDAN – Orang tua Rizki Tarigan (20) dan Gleen Ditto Oppusunggu (19) angkat bicara terkait kasus penganiyaan yang menimpa anaknya yang dianiaya LS Cs terkait kasus pencuriaan. Ia membeberkan anaknya sempat diperas untuk membayar uang damai sebesar Rp 250 juta.

“Anak saya emang mengambil HP saat di tempat dia bekerja, tapi kan karena ada sebabnya. Gaji mereka tidak dibayar hingga tidak makan saat kerja disana. Makanya mereka jadi nekat. Jadi setelah mereka ambil HP itu, mereka ketahuan oleh LS cs. Setelah itu mereka dilaporkan,”kata Anita Silaban, orang tua Rizky Tarigan kepada wartawan di Medan, Kamis (5/1/26).

Nah, setelah dilaporkan, lanjut dia, anaknya dan temannya Gleen Ditto Oppusunggu ditangkap atas kasus pencurian oleh Polsek Pancur Batu. Mereka diamankan dengan wajah dipenuhi luka lebam.

“Gimana hati seorang ibu melihat anaknya dipukuli hingga babak belur. Makanya kami meminta damai. Tapi mereka malah memeras kami dengan meminta uang Rp 250 juta. Karena minta segitu besar, kami pun tidak bisa menyanggupi. Dari mana uang sebesar itu. Jadi kami tawarkan mengganti rugi beberapa juta tapi mereka tidak mau,”tagis dia dengan uraian air mata.

“Dengan lantang mereka menyebut kalau tidak ada uang Rp 250 juta ngga bisa damai. Hal ini dikatakan oleh pria berinisial PP,”lirih dia.

Tak ada jalan keluar atas permasalahan yang menimpa putranya, ia dan orang tua Gllen pun lantas melaporkan aksi penganiayaan yang menimpa putranya ke Polrestabes Medan. Karena mereka diamankan di Hotel Kristal Jalan Jamin Ginting, Kelurahan Mangga, Kecamatan Medan Tuntungan dan dianiaya disana.

“Saya sudah ihklas anak saya ditahan di vonis 2,5 tahun oleh pengadilan. Tapi sekarang mereka juga mendapat keadilan, karena kasus penganiayaan yang kami laporkan dan ditindak lanjuti Polrestabes Medan. Kini satu orang dari 4 pelaku sudah ditangkap, si PP. Sedangkan LS dan dua orang lain kimi DPO,”ucap dia.

Ia berharap dalam kasus ini, ke tiga tersangka lain segera diamankan. Sebab, dia bilang, perbuatan mereka sudah sangat luar biasa.

Hal senada juga disampaikam orang tua Gleen Ditto, Leo Sihombing, para pelaku penganiayaan terhadap putranya sempat memeras sesaat setelah anak mereka diamankan oleh mereka.

“Jadi kami berterima kasih kepada polisi dan berharap mereka mendapat hukuman yang setimpal,”tandasnya.

Kasat Reskrim Polrestabes Medan AKBP Bayu Putro mengakatan jika kasus tersebut dilaporkan oleh keluarga korban yang melihat anaknya babak belur, sehingga dilaporkan.

“Pihak keluarga mengira polisi yang melakukan, padahal para tersangka yang melakukam hingga babak belur,”pungkasnya.(tim)