MEDAN – Panic buying bahan bakar minyak (BBM) melanda sejumlah negara di tengah perang Iran melawan Amerika Serikat (AS) dan Israel yang memicu lonjakan harga minyak dunia.
Kekhawatiran gangguan pasokan minyak, terutama setelah penutupan Selat Hormuz, mendorong masyarakat di berbagai negara berbondong-bondong mengisi penuh tangki kendaraan. Berikut rangkuman kondisi di sejumlah negara.
Berikut kepanikan yang terjadi di sejumlah negara.
1. Korea Selatan
Di Korea Selatan, harga bensin menyentuh level tertinggi dalam 29 bulan terakhir. Data Korea National Oil Corporation menunjukkan harga rata-rata bensin nasional melonjak 3,16 persen menjadi 1.777,52 won per liter.
Melansir Seoul Economic Daily, Kementerian Perdagangan, Industri dan Energi serta otoritas persaingan usaha memperketat pengawasan terhadap SPBU yang diduga menaikkan harga secara tidak wajar.
Seorang pegawai SPBU di Seoul mengatakan antrean kendaraan meningkat signifikan sejak konflik pecah.
“Sejak perang di Iran pecah, jumlah kendaraan harian naik lebih dari 20 unit, dan antrean panjang makin sering terjadi,” kata Choi, pegawai SPBU swalayan di Guro-gu.
2. Sri Lanka
Antrean panjang juga terjadi di Sri Lanka. Warga berbondong-bondong ke SPBU meski pemerintah memastikan stok mencukupi untuk 35 hari (diesel) dan 37 hari (bensin).
Mohammed Aslem, pengemudi bajaj di Kolombo, mengatakan kepanikan masyarakat justru memicu antrean beli BBM.
“Ada bahan bakar. Orang-orang panik karena perang dan mereka sendiri yang menciptakan antrean ini,” ujarnya kepada Reuters.
Polisi melarang pengisian BBM ke jeriken dan memperingatkan akan menindak penimbun.
3. Australia
Pemerintah Australia meminta masyarakat tidak melakukan panic buying. Menteri Energi Chris Bowen menyatakan cadangan BBM berada di level tertinggi dalam lebih dari satu dekade, yakni 6 hari cadangan bensin, 34 hari diesel, dan 32 hari bahan bakar jet.
“Tidak perlu terburu-buru ke SPBU dan mengisi penuh,” kata Bowen.
Pemerintah juga memperingatkan akan menindak praktik menaikkan harga secara berlebihan (price gouging) di tengah kenaikan harga minyak.
4. Inggris
Di Inggris, antrean hingga 90 mobil dilaporkan terjadi di sejumlah SPBU di London, Manchester, dan Liverpool.
Mengutip NDTV, lonjakan harga minyak hingga 13 persen dipicu kekhawatiran gangguan di Selat Hormuz. Meski demikian, juru bicara Perdana Menteri Inggris menyatakan belum ada dampak terhadap pasokan BBM domestik dan pemerintah terus memantau situasi.
5. Jerman
Panic buying BBM berujung antrean panjang juga terjadi di Jerman seiring kenaikan harga bensin cs. Juru bicara Asosiasi SPBU Jerman, Herbert Rabl mengatakan kepanikan mendorong warga segera mengisi tangki.
“Antrean panjang terlihat di SPBU di seluruh Jerman. Semua orang khawatir,” ujarnya dikutip News AM.
Harga Super E10 tercatat naik dari €1,780 per liter pada Jumat menjadi €1,830 pada Senin. Klub otomotif ADAC memperkirakan harga masih berpotensi naik lebih lanjut.
Sebelumnya, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia memastikan ketahanan BBM nasional dalam kondisi aman. Stok BBM saat ini cukup untuk memenuhi kebutuhan sekitar 20 hari.
“Masih cukup 20 hari,” kata Bahlil, Senin (2/3).(cnn indonesia)