THAILAND – Kasus dugaan penggelapan dan pencucian uang yang menyeret Phra Wachirayan, mantan kepala wihara terkenal di Provinsi Ayutthaya, Thailand, memasuki babak baru.
Kasus ini semakin menjadi viral setelah penyelidikan juga mengungkap dugaan hubungan seksual sang biksu dengan seorang perempuan yang disebut membantu menyembunyikan aliran dana.
Mengutip dari laporan Thairath, perempuan yang terseret di kasus ini bernama Sika Ae berusia 47 tahun dan berstatus menikah.
Laporan media Thailand itu mengungkap bahwa kehidupan Sika Ae menurut pengakuan tetangganya berubah drastis sejak memiliki hubungan dengan Phra Wachirayan.
Seorang tetangga mengatakan Sika Ae sebenarnya jarang terlihat berada di rumah.
Menurutnya, perempuan tersebut rata-rata hanya pulang sekitar tiga bulan sekali dan lebih sering datang untuk menemui ibunya.
“Ia menyebut perempuan tersebut sebelumnya menggunakan mobil lama sebelum kemudian terlihat menggunakan Toyota Fortuner hitam dengan pelat merah yang masih baru,” tulis laporan media Thailand tersebut.
Si tetangga juga mengatakan rumah tersebut telah dibeli Sika Ae sebelum dirinya pindah ke kawasan itu pada 2019.
Belakangan, Sika Ae disebut membeli satu rumah lagi sehingga memiliki dua rumah, meski jarang tinggal di keduanya.
Informasi mengenai gaya hidup tersebut muncul setelah polisi melakukan penggeledahan di rumah Sika Ae.
Dalam penggeledahan, aparat menemukan 35 benda bertuah berbahan emas, emas batangan dan perhiasan.
Nilai emas dan perhiasan tersebut diperkirakan mencapai 6.037.470 baht atau setara Rp3,216 miliar.
Polisi juga menemukan uang tunai sebesar 3.592.300 baht atau setara Rp1,9 miliar.
Selain emas dan uang tunai, penyidik menyita dua sertifikat tanah, satu kontrak jual beli tanah, tujuh buku rekening bank, empat surat tabungan, serta 18 dokumen investasi.
Berawal dari Rekaman Viral
Pengungkapan skandal biksu Thailand ini menurut laporan media lokal berawal dari ekaman video yang memperlihatkan hubungan seksual antara Wachirayan dengan perempuan yang diketahui ialah Sika Ae.
Pada pertengahan Juli 2026, pihak kepolisian menerima laporan anonim terkait pelanggaran moral sekaligus menyalahgunakan dana milik kuil.
Penyidik kemudian menemukan dua aliran dana yang berkaitan dengan tanda terima donasi yang diterbitkan atas nama kuil.
Salah satunya merupakan sumbangan untuk renovasi kuil yang nilainya mencapai sekitar 89 juta baht atau sekitar US$2,69 juta.
Aliran dana lainnya mencapai sekitar 2,8 juta baht dan berasal dari pembayaran untuk jimat serta benda-benda sakral lainnya.
Namun, polisi menemukan bahwa dana dari kedua sumber tersebut tidak pernah masuk ke rekening resmi kuil.
“Namun uang dari kedua aliran tersebut tidak masuk ke rekening kuil, bahkan satu baht pun,” kata Pattanasak Bupphasuwan, penyidik utama sekaligus komandan Divisi Pemberantasan Kejahatan seperti dinukil dari AFP.
Wachirayan sebelumnya dikenal sebagai Luang Pho Atichot dan merupakan tokoh terkenal dalam pembuatan jimat.
Wat Phutthaisawan sendiri merupakan kuil kerajaan yang memiliki banyak pengikut, termasuk pejabat pemerintah, pengusaha, polisi, dan anggota militer.
Namanya bahkan cukup dikenal di kalangan elite Thailand.
Perdana Menteri Anutin Charnvirakul dilaporkan pernah mengenakan jimat hasil karya mantan kepala biara tersebut.(net)