PALEMBANG – Viral terbongkarnya kasus penyamaran pramugari gadungan Batik Air, Nisya alias Khairun Nisa (23), akhirnya menguak fakta tentang pelaku.
Nisya diketahui ternyata telah beraksi melakukan penyamaran sebagai pramugari gadungan maskapai Batik Air sejak tahun 2021.
Hingga akhirnya aksi tersebut terkuak saat Nisya lolos on board pesawat Batik Air rute Palembang Jakarta dengan seragam lengkap, tas, dan ID Card palsu.
Pengguna X dengan akun @matcha_ membocorkan bahwa Nisya sudah berpura-pura menjadi pramugari selama beberapa tahun.
“Setahuku dia dari 2021 jadi pramugari, kebetulan seangkatan, dan kenal juga suka chattingan. Dengar dari cerita orang katanya dia pernah lamar pramugari tapi gak keterima,” tulis akun tersebut, dikutip Kamis, 8 Januari 2026.
Alasan di Balik Penyamaran
Dari pemeriksaan pihak kepolisian, Nisya mengaku melakukan penyamaran karena malu kepada keluarga.
Ia gagal diterima menjadi pramugari meski sudah merantau dari Palembang ke Jakarta dan meminta izin keluarga untuk melamar pekerjaan.
“Dulu merantau dari Palembang ke Jakarta minta izin ke keluarga untuk lamar kerja sebagai pramugari, namun gagal,” ujar Kasatreskrim Polres Bandara Soekarno HattaKompol Yandri Mono.
Batik Air Pilih Damai
Lantas bagaimana respons maskapai Batik Air atas ulah Nisya yang ternyata sudah berlangsung bertahun-tahun?
Yandri mengatakan, pihak Batik Air memutuskan tidak menempuh jalur hukum.
Maskapai menilai dari hasil pemeriksaan tidak ada indikasi tindak pidana yang dilakukan.
Oleh karena itu, meski sempat diamankan, akhirnya Nisya dilepaskan.
Sebagai langkah penyelesaian, Nisya membuat surat pernyataan tertulis untuk tidak mengulangi perbuatannya.
Perempuan 23 tahun itu juga telah menyerahkan semua atribut Batik Air yang digunakannya selama penyamaran.
Sehingga kasus viral pramugari gadungan itu ditutup secara damai. (**)