PATUMBAK – Tim Jatanras Reskrim Polrestabes Medan dan Polsek Patumbak meringkus 6 anggota geng motor usai terjadi bentrokan sesama geng motor di Jl. Setia Desa Mariendal I Kecamatan Patumbak yang menewaskan seorang remaja yang juga merupakan anggota geng motor Nekad Kali Bang (NKB). Tawuran yang melibatkan ratusan anggota geng motor itu terjadi Senin (22/6/2026) sekira pukul 02.30 WIB.
Korban tewas remaja berinisial MN ,15, warga Jl. Padang Kecamatan Medan Tembung, Kota Medan, ditemukan tergeletak di dalam parit dengan kondisi tubuh berlumuran darah.
Kasat Reskrim Polrestabes Medan, AKBP Adrian Risky Lubis mengatakan keenam pelaku yang diringkus masing-masing berinisial RY (19), GR (21), IL (18), RDS (18) MOHH (17) dan FT (17).
“Jasad korban dibawa ke RS Bhayangkara sembari petugas melakukan penyelidikan mengejar para pelaku bentroman,” sebut Adrian Risky Lubis didampingi Kanit Pidum Iptu M. Hafiz di Polrestabes Medan, Selasa (23/6/2026) sore.
Dijelaskan Kasat Reskrim, sekira pukul 15.00 WIB, petugas menangkap RDS dan FT saat sedang membeli bensin sepedamotor di kawasan Patumbak.
Kepada petugas, kedua pelaku mengakui perbuatannya dengan cara melempari korban dengan batu. Kemudian petugas melakukan pengembangan dan menangkap pelaku MOHH di Jl. Jati II. Pelaku mengaku melempar korban dengan batu sebanyak dua kali.
Petugas yang terus bergerak berhasil mengamankan RY dan GR di rumahnya di kawasan Medan Petisah.
“Pelaku RY mengaku melempar korban dengan batu dan pelaku GR menendang kaki dan lutut korban sebanyak dua kali. Setelah itu, petugas meringkus pelaku IL di Jl. Mistar, Gang Johar. Pelaku ini paling keji menebas punggung korban sebanyak dua kali menggunakan senjata tajam,” tegas Kasat Reskrim.
Dijelaskan Kasat Reskrim, aksi bentrok antar geng motor disepakati bertemu di Jl. Setia. Setelah mereka (geng motor SL, SKM dan Towaga) bertemu di kawasan kuburan China di Delitua, selanjutnya konvoi dan bergerak menuju Jl. Setia.
“Mereka menyerang geng motor NKB. Karena kalah jumlah, geng motor NKB kewalahan dan kabur, naasnya korban MN tertinggal dari kelompoknya dan kemudian ditabrak menggunakan sepeda motor oleh kelompok lawan hingga terjatuh. Korban menjadi bulan-bulanan para pelaku yang melakukan pelemparan batu dan menebas punggung korban. Dengan kondisi berlumuran darah, korban ditemukan tergeletak tak bernyawa lagi,” beber Kasat Reskrim.
“Tawuran ini menunjukkan eksistensi dan kekuatan, siapa yang paling kuat, makanya mereka menyebut tawuran Big Match,” sebutnya.
Petugas juga mengamankan barang bukti satu unit sepeda motor Scoopy warna hijau doff, enam unit hp, dua buah kayu, dua buah busur panah, dan tiga buah kayu balok.(as)