MEDAN – Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas, ingin Idul Fitri di Kota Medan aman. Dia meminta seluruh perangkat daerah dan kewilayahan perlu mengantisipasi sejak dini berbagai hal yang berpotensi memicu berbagai persoalan.
Rico Waas ingin Idul Fitri di Kota Medan aman disampaikannya saat memimpin Rakor penyelenggaraan Ketenteraman dan Ketertiban Umum (Trantibum) di Balai Kota Medan, Selasa (10/3/2026). Rakor dilaksanakan untuk memastikan keamanan dan kenyamanan masyarakat di Kota Medan selama Idul Fitri.
Idul Fitri, kata Rico Waas, merupakan hari besar umat Muslim. Seluruh perangkat daerah dan kewilayahan diminta menyamakan frekuensi serta meningkatkan kewaspadaan dalam menyambut momentum tersebut. “Ini bukan sekadar rutinitas. Ada hal-hal sifatnya mendesak dan spesifik harus diperhatikan bersama menjelang hari besar ini,” tegas Rico Waas.
Salah satu menjadi perhatian, sebut Rico Waas, adalah rumah-rumah ditinggalkan warga saat mudik. Rico Waas meminta, jajaran kewilayahan mendata rumah kosong, karena rawan terjadi pencurian maupun pembobolan serta mewaspadai risiko kebakaran. “Kewilayahan harus responsif. Jadikan kelurahan sebagai pusat pengaduan masyarakat,” pintanya.
Selain itu, pinta Rico Waas, pantau juga potensi keramaian masyarakat, terutama menjelang malam takbiran dan pelaksanaan shalat Idul Fitri. “Seluruh masjid diminta melaporkan kegiatan yang akan dilaksanakan, agar dapat diantisipasi dari sisi keamanan dan pengaturan lalu lintas. Jika ada shalat Idul Fitri dilaksanakan di lapangan, siapkan juga area parkir dan pengaturan lalu lintasnya. Pemerintah harus hadir memberikan pelayanan kepada masyarakat,” ungkapnya.
Rico Waas juga meminta jajaran kecamatan dan kelurahan mengajak masyarakat membersihkan lingkungan, agar wajah Kota Medan terlihat rapi dan indah saat Lebaran. “Jangan adda LPJU padam saat Idul Fitri. Jadi, segera perbaiki LPJU yang mati,” pintanya.
Untuk aspek keamanan, Rico Waas, meminta Satpol PP menyiapkan sistem kerja bergilir, agar personel tetap siaga. “Perkuat koordinasi dengan unsur Forkopimcam, Babinsa dan Bhabinkamtibmas untuk membuka jaringan informasi di wilayah. “Jika diperlukan, siapkan juga pos pengamanan, terutama di wilayah rawan seperti Belawan. Kita tidak ingin wilayah utara terjadi tawuran menjelang Lebaran,” tegasnya.
Kepada Dinas Kesehatan, Rico Waas, meminta untuk menyiapkan rumah sakit, Puskesmas serta ambulans agar tetap siaga selama masa mudik hingga Lebaran. “Nomor telepon darurat Kesehatan harus di ketahui oleh seluruh jajaran kewilayahan. Kita juga akan memperketat pengawasan penjualan dan penggunaan petasan. Camat dan lurah bekerjasama dengan aparat keamanan untuk melakukan pengawasan,” pintanya lagi.
Terkait mobilasasi, Rico Waas, menyampaikan sekitar 1,3 juta orang diperkirakan akan keluar masuk Kota Medan saat Idul Fitri 1447 H. “Seluruh aparatur kewilayahan untuk tetap tenang dan sigap jika menghadapi persoalan di lapangan. Kita adalah pamong bertugas melindungi masyarakat. Mari saling membantu, baik antar perangkat daerah maupun jajaran kewilayahan, agar perayaan Idul Fitri di Kota Medan berlangsung aman, tertib dan nyaman,” imbaunya. (AR)