MEDAN – Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas, sampaikan Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPj) Tahun Anggaran (TA) 2025. Laporan tersebut memuat capaian kinerja penyelenggaraan pemerintahan daerah sepanjang tahun 2025.
Rico Waas sampaikan LKPj 2025 dalam sidang paripurna DPRD Kota Medan, Senin (9/3/26). Paripurna di pimpin Ketua DPRD Wong Chun Sen bersama Wakil Ketua Rajudin Sagala, Zulkarnaen dan Hadi Suhendra.
Dalam penjelasannya, Rico Waas, menyampaikan sejumlah indikator makro pembangunan Kota Medan menunjukkan tren positif. Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kota Medan pada tahun 2025 mencapai 83,74 poin atau meningkat 0,51 poin di bandingkan tahun 2024.
Laju pertumbuhan ekonomi Kota Medan pada 2025, kata Rico Waas, tercatat 5,10 persen atau meningkat 0,03 persen dari tahun sebelumnya. “Tingkat kemiskinan juga berhasil ditekan menjadi 7,25 persen atau turun 0,69 persen di bandingkan tahun 2024,” katanya.
Tingkat pengangguran terbuka, sebut Rico Waas, pada tahun 2025 tercatat 7,99 persen atau menurun 0,14 persen dari tahun sebelumnya. “Sementara rasio gini atau tingkat ketimpangan pendapatan berada pada angka 0,3620,” katanya.
Untuk realisasi pengelolaan keuangan daerah Kota Medan tahun 2025, sambung Rico Waas, pendapatan daerah terealisasi sebesar Rp6,32 triliun atau 90,79 persen dari target sebesar Rp6,96 triliun. Pendapatan daerah tersebut terdiri dari PAD sebesar Rp3,09 triliun, pendapatan transfer sebesar Rp3,13 triliun serta lain-lain pendapatan daerah yang sah sebesar Rp100 miliar.
“Sementara realisasi belanja daerah mencapai Rp5,83 triliun atau 82,56 persen dari target Rp7,07 triliun terdiri dari belanja operasi, belanja modal serta belanja tidak terduga,” sebutnya.
Rico Waas juga memaparkan tujuh misi utama capaian pembangunan daerah, yakni pembangunan kota berbasis budaya multikultural dengan 93 objek cagar budaya, pembangunan infrastruktur seperti rehabilitasi jalan sepanjang 195 kilometer serta program zero lampu padam telah mencapai 90 persen lampu jalan menyala.
Selain itu, peningkatan kualitas pelayanan publik juga tercermin dari capaian Indeks Pelayanan Publik dengan nilai A (4,54) serta Indeks Inovasi Daerah sebesar 58,16 melampaui target yang ditetapkan.
Pada sektor ekonomi, tambah Rico Waas, nilai investasi di Kota Medan mencapai Rp14,59 triliun atau meningkat signifikan dari tahun sebelumnya. Program ketenagakerjaan juga mampu menyerap puluhan ribu tenaga kerja baru melalui berbagai kegiatan seperti career expo.
“Berbagai capaian pembangunan ini juga diiringi dengan sejumlah penghargaan diterima Pemkot Medan, di antaranya opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari BPK RI selama lima tahun berturut-turut, UHC Awards 2025 kategori Madya, Innovative Government Award 2025, predikat pelayanan publik tanpa maladministrasi terbaik di Sumut, meraih status kinerja tinggi dengan peringkat lima kota terbaik nasional berdasarkan Evaluasi Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah (EPPD) dari Kemendagri,” ungkapnya.
Di akhir penjelasannya, Rico Waas, menyampaikan apresiasi kepada pimpinan dan seluruh anggota DPRD, partai politik, para pemangku kepentingan pembangunan daerah serta seluruh aparatur pemerintah yang telah bekerja sama menjalankan agenda pembangunan Kota Medan sepanjang tahun 2025. “Kerja sama yang baik antara pemerintah daerah, DPRD dan seluruh stakeholder menjadi kunci dalam menjalankan agenda strategis pembangunan Kota Medan,” ujar Rico.
Rico Waas berharap, DPRD dapat memberikan masukan dan rekomendasi strategis guna meningkatkan kinerja pemerintah daerah ke depan. “Masukan dan rekomendasi dari DPRD akan menjadi catatan penting bagi Pemkot Medan untuk terus memperbaiki dan meningkatkan kinerja pembangunan di masa mendatang,” katanya. (AR)
