Lintas Mengabarkan
Iklan banner juli

Fauzi: Bank Sampah, Selain Jaga Kebersihan Bisa Tambah Nilai Ekonomis

MEDAN – Menjaga kebersihan lingkungan sekaligus menambah nilai ekonomis, Wakil Ketua Fraksi Gerindra DPRD Kota Medan, Fauzi SH, mengajak masyarakat untuk membentuk Bank Sampah di setiap lingkungan.

Hal itu disampaikannya dalam Sosialisasi Peraturan Daerah Kota Medan Nomor 7 Tahun 2024 tentang Pengelolaan Persampahan yang digelar di Jalan Rahmadsyah, Kelurahan Komat I, Kecamatan Medan Area, Minggu (8/3/2026).

“Semua dimulai dari sampah rumah tangga dulu. Jadi Ibu-ibu harus mulai memilih mana sampah yang akan dibuang dan didaur ulang atau dijual ke Bank Sampah. Dengan begitu kelestarian lingkungan bisa kita jaga,” ucapnya.

Fauzi mengatakan, volume sampah di Kota Medan setiap harinya semakin tinggi. Makanya, kerja sama dari masyarakat juga diharapkan agar sampah yang diantar ke TPA Terjun juga berkurang.

“Bank Sampah ini juga salah satu solusi agar volume sampah yang dihasilkan berkurang setiap harinya, terutama sampah plastik. Hindari juga buang sampah sembarangan yang justru akan merugikan kita semua, salah satunya menjadi penyebab banjir,” katanya.

Dalam kesempatan itu, Fauzi juga mengingatkan masyarakat yang mengalami kendala pada bidang kesehatan dan pendidikan agar bisa menyampaikan padanya.

“Silahkan sampaikan di sini atau nanti hubungi tim saya, pasti akan dibantu dan didampingi Bapak Ibu. Atau ada keluhan lain silahkan disampaikan,” ujarnya.

Hal yang sama juga disampaikan Perwakilan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Medan, Indra Utama Pohan, yang menyebut bahwa sampah plastik sangat lama terurai, bahkan membutuhkan waktu lebih dari 100 tahun.

“Untuk itu manfaatkan Bank Sampah. Di dalam Undang-Undang, Bapak Ibu wajib menerima pelayanan kebersihan, namun wajib juga membatas penggunaan sampah, terutama sampah plastik. Sebentar lagi juga ada edarannya dari Pak Wali. Ayo kita bekerja sama sehingga kebersihan bisa kita ciptakan,” imbaunya.

Salah satu warga, Wati mengeluhkan dila tiang listrik di lingkungan rumahnya yang sudah mau roboh tapi tidak diganti-ganti.

“Sudah saya lapor Kepling tadi tidak diganti juga sampai sekarang. Mohon bantuannya pak, kami takut tiba-tiba tiangnya roboh menimpa rumah atau anak-anak kami,” keluhnya.

Mendengar itu, Fauzi mengaku akan segera mengkordinasikan hal itu ke PLN.

“Dari pengakuan Camat dan Lurah, keluhan itu sudah diteruskan ke PLN, namun belum ada perkembangan. Senin nanti saya langsung konfirmasi kesana biar cepat diproses buk,” janjinya.

Turut hadir dalam Sosper itu Camat Medan Area, Dedy Rustam Nst, Perwakilan DLH Medan Indra Utama Pohan, Lurah Komat I Sahara Hrp, Staff Wisnu Abdullah, tokoh masyarakat dan tokoh agama. (AR)