BINJAI – Perjudian jenis dadu Kopyok di eks Sky Garden, Jalan Sei Petani, Kelurahan Tanah Seribu, Kecamatan Binjai Selatan wilayah hukum Polres Binjai kian ramai pecandu judi dan secara terang-terangan diduga direstui Kapolres Binjai, AKBP Bimo Moernanda.
Pasalnya, walau sudah viral namun tidak pernah digerebek bahkan semakin ramai. Padahal sejumlah warga mengaku sangat resah, karena aktivitas perjudian yang diduga dikelola inisial HC tidak ada tindakan dari aparat seakan membiarkannya. Meski sebelumnya Kapolres Binjai janji akan menggrebek lokasinya.
“Kalau memang mau digerebek, kenapa dibiarkan lagi, apa memang direstui petugas?,” ujar warga bernama SR yang merupakan warga sekitar, Sabtu (12/9) malam.
Menurutnya, keresahan semakin mencuat lantaran lokasi yang menjadi tempat berjudi berada di kawasan eks Sky Garden.
“Warga khawatir kondisi tersebut berdampak terhadap keamanan lingkungan serta masyarakat yang beraktivitas di sekitar terganggu keluar masuk nya orang luar,” bilang warga.
Informasi dihimpun bahwa bandar yang menyuplai di kawasan eks Sky Garden tersebut berinisial HC merupakan warga keturunan etnis Tionghoa. Disebut-sebut HC diduga adanya setoran perminggu yang diberikan kepada petugas.
“Ngak akan berani aparat nyentuhnya itu, sudah cukup lama beroperasi dia itu, namun tindakan aparat tidak ada, paling kalau mau digerebek diduga pasti dikabari petugas agar lokasi dikosongkan,” ungkap sumber yang layak dipercaya, Minggu (13/9).
Sementara itu Kapolres Binjai, AKBP Bimo Moernanda berjanji untuk mengecek lokasi judi dadu di eks Sky Garden diduga hanya cerita saja atau omong kosong. “Terima kasih informasinya, akan kami cek dan tindak lanjuti,” tegas AKBP Bimo Moernanda, pada Minggu (30/8/26) sore melalui pesan WhatsApp nya.(tim)