Satreskrim Polres Tanah Karo Diduga Tebang Pilih

KARO – Penindakan lokasi perjudian yang dilakukan Sat Reskrim Polres Karo diduga masih tebang pilih. Indikasi tersebut terlihat dari maraknya aktivitas perjudian yang terkesan bebas beroperasi.

Aparat disebut hanya menyasar lapak milik warga sipil, sementara lokasi tertentu yang diduga dikelola oknum aparat justru tidak tersentuh.

“Pemberantasan judi terkesan tebang pilih. Lapak milik warga sipil digerebek, tapi yang diduga milik oknum aparat tetap beroperasi,” ujar tokoh masyarakat Kabupaten Karo yang enggan disebutkan namanya, Sabtu (9/5/2026).

Ia menyebut, salah satu lokasi perjudian yang ramai dikunjungi berada di Jalan Lintas Simpang Desa Bandar Meriah, Kecamatan Munthe. Dari pengamatannya, lokasi tersebut hampir setiap hari dipadati kendaraan, mulai dari sepeda motor hingga mobil mewah.

Kondisi itu, menurutnya, menunjukkan para pemain merasa aman dan nyaman beraktivitas di lokasi tersebut. Bahkan, perputaran uang di tempat itu ditaksir mencapai ratusan juta rupiah setiap hari.

“Yang datang bukan hanya warga biasa. Banyak juga yang pakai mobil mewah. Omsetnya bisa ratusan juta per hari,” ungkapnya.

Adapun jenis permainan yang paling diminati antara lain judi ketangkasan tembak ikan serta permainan tebakan angka seperti besar-kecil dan ganjil-genap. Nilai taruhan bervariasi, mulai dari ratusan ribu hingga jutaan rupiah.

Tak hanya di Kecamatan Munthe, praktik judi tembak ikan juga disebut menjamur di sejumlah wilayah lain, seperti Kecamatan Tiga Nderket dan Kuta Buluh. Di Tiga Nderket, lokasi perjudian berada di sekitar area kolam pancing. Sementara di Kuta Buluh, aktivitas tersebut diduga berlangsung di sebuah rumah yang berdekatan dengan sungai dan jembatan.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak Polres Karo maupun instansi terkait lainnya belum memberikan keterangan resmi terkait dugaan tersebut.(red)

#Polres Tanah Karo#Satreskrim