Warga Jalan Mahkamah Minta Lurah Mesjid Dicopot

MEDAN – Copot Lurah Mesjid jadi tuntutan utama yang disampaikan warga dalam Reses VI Masa Sidang 3 Tahun Sidang 2025-2026 TA 2026 Anggota DPRD Kota Medan, Fauzi yang digelar di Jalan Mahkamah, Kecamatan Medan Kota.

Dengan kompak, warga menyebut bahwa Lurah Mesjid sangat sombong, angkuh dan tidak peduli dengan kondisi warganya.

“Di sana ada warga miskin yang lagi sakit pak. Sudah kami beritahu ke lurah tapi tidak ada respon. Sehingga kami terpaksa membawa korban dengan alat seadanya ke rumah sakit. Untuk itu kami minta Lurah Mesjid dicopot Pak, kami tidak lurah yang sombong,” tegas Ningsih yang merupakan tokoh masyarakat di sana.

Mendengar itu, Fauzi mengaku akan segera melaporkan hal tersebut ke Wali Kota Medan.

“Di sini ada yang kenal dengan Lurah Mesjid? Kalau tidak ada berarti beliau memang sombong. Nanti akan saya laporkan ke Wali Kota untuk segera diganti. Tugas Lurah itu harusnya melayani masyarakat, bukan tidak peduli, apalagi sombong dengan warganya. Tidak benar itu,” ketusnya.

Fauzi menegaskan, seluruh perangkat kewilayahan harusnya menjadi penyambung tangan pemerintah hingga tingkat atas.

“Apa yang terjadi di bawah tentu kepling, lurah dan Camat yang tahu. Tapi kalau mulai dari tingkatan paling bawah masyarakat sudah tidak dipedulikan, bagaimana permasalahan yang ada diselesaikan. Saya imbau Bapak Ibu semua untuk menyampaikan keluhan dan keresahannya di sini, akan saya kawal dan sampaikan nanti di rapat paripurna untuk ditindaklanjuti,” ucapnya.

Salah satu warga, Irjan memohon agar Masjid Taqwa di lingkungan dibantu, baik berupa pengecatan maupun pemeliharaan.

“Sudah dua tahun kami ajukan ke Pemko Medan tapi belum terealisasi juga Pak. Mohon bantuannya pak agar mesjid kami bisa mendapat bantuan. Kebetulan saya Ketua Badan Kenaziran Masjid (BKM),” pintanya.

Menjawab itu, Fauzi berjanji akan segera mengeceknya ke Pemko Medan agar diketahui kenapa prosesnya lambat.

“Tadi setelah saya tanya ibu Sekretaris Camat (Sekcam) Medan Kota, ternyata Mesjid Taqwa diagendakan masuk dalam Safari Ramadan. Jadi mohon bersabar ya pak. Meski begitu nanti akan saya kawal lagi,” janjinya.

Warga lainnya, Benny juga meminta agar di lingkungan dilakukan fogging lantaran sudah ada korban yang terkena demam berdarah dengue (DBD).

“Korbannya sudah ada pak, tapi belum ada fogging di lingkungan kami. Mohon perhatiannya pak,” keluhnya.

Menjawab itu, Fauzi menjelaskan bahwa fogging dilakukan oleh Dinas Kesehatan dan harus dilampirkan bukti para korban yang sudah terkena DBD.

“Kalau fogging ini memang tidak ada pencegahan, dia penanganan lanjut ketika ada warga yang sudah terkena DBD. Jadi begitu mekanisme untuk fogging pak. Tapi kalau secara pribadi, nanti komunikasi dengan tim saya biar kita cek. Kalau memang perlu kita fogging pribadi,” katanya.

Usia mendengar seluruh keluhan warga, Fauzi berjanji semua aspirasi yang diserapnya akan dimasukkan dalam laporan reses untuk segera ditindaklanjuti.

“Nanti di rapat paripurna semua kelurahan Bapak Ibu akan dibacakan untuk disampaikan ke Pemko Medan. Semoga semua nanti bisa berjalan cepat sehingga apa yang menjadi keluhan selama ini teratasi dan terealisasi,” pungkas Wakil Ketua Fraksi Gerindra DPRD kota Medan ini.

Turut hadir dalam kegiatan itu Sekcam Medan Kota, Kasi Trantib Medan Kota, tokoh masyarakat dan tokoh agama. Di hari yang sama, Fauzi juga menggelar Reses di Jalan Gedung Arca, Kecamatan Medan Area, Sabtu (25/7/2026) sore. (AR)

#DPRDMedan#Fauzi#Reses