Lintas Mengabarkan
Iklan banner juli

BBM Langka, Wak Gatot Minta Kuota Solar Ditambah Supaya Kami Tidak Antre Berjam-jam

MEDAN – Kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) jenis solar bersubsidi mulai dirasakan masyarakat di Kota Medan dan sekitarnya. Menipisnya stok menyebabkan antrean panjang kendaraan di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU), Kamis (9/7/2026).

Puluhan truk dan kendaraan berbahan bakar solar dan pertalite tampak mengular sejak pagi di sejumlah SPBU. Para pengemudi rela menunggu berjam-jam demi mendapatkan solar bersubsidi dan pertalite.

Panjangnya antrean bahkan meluber hingga ke badan jalan dan mengganggu kelancaran arus lalu lintas di sekitar lokasi.

Salah seorang sopir Mitsubhisi L300, Wak Gatot (59), mengaku harus berpindah-pindah SPBU karena stok solar cepat habis sebelum dirinya mendapat giliran mengisi.

“Sudah lama saya antre di SPBU tapi saat giliran mau isi, solar malah habis. Kesal juga, bang,” ujarnya, Kamis (9/7).

Pria yang sehari-hari mengantarkan barang sembako itu mengatakan kelangkaan solar berdampak langsung terhadap pekerjaannya. Selain membuang banyak waktu di antrean, distribusi barang kepada pelanggan ikut terhambat.

Meski telah mengantre selama beberapa jam, Wak Gatot mengaku tetap belum memperoleh solar dan terpaksa kembali mencari SPBU lain dengan harapan masih memiliki stok.

Ia berharap pemerintah bersama pihak terkait segera menambah pasokan solar bersubsidi agar kebutuhan para sopir angkutan barang maupun masyarakat dapat terpenuhi.

“Harapan saya kuota solar ditambah supaya kami tidak antre berjam-jam seperti ini,” katanya.

Tak hanya solar, kelangkaan BBM juga mulai dirasakan pengguna kendaraan bermotor yang mencari Pertalite. Sejak Rabu malam hingga Kamis, sejumlah SPBU dilaporkan kehabisan Pertalite sehingga masyarakat hanya dapat membeli BBM nonsubsidi jenis Pertamax.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada penjelasan resmi dari pihak terkait mengenai penyebab berkurangnya pasokan solar bersubsidi maupun Pertalite, termasuk langkah yang akan ditempuh untuk mengatasi antrean panjang di sejumlah SPBU di Kota Medan.(as)