JAKARTA – Direktur Utama PT PLN (Persero), Darmawan Prasodjo, menjadi sorotan publik usai insiden pemadaman listrik massal di sejumlah wilayah Sumatera pada Jumat (22/5/2026) malam.
Di tengah perhatian masyarakat terhadap layanan kelistrikan nasional, harta kekayaan Darmawan Prasodjo turut ramai diperbincangkan.
Berdasarkan laporan periodik Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) di laman Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), total kekayaan Darmawan tercatat mencapai Rp110.072.697.106 pada laporan tahun 2025.
Jumlah tersebut meningkat sekitar Rp5 miliar dibanding laporan tahun sebelumnya yang tercatat sebesar Rp104.422.909.444.Kenaikan harta kekayaan Dirut PLN itu pun ikut menjadi perhatian publik di media sosial.Dalam laporan yang disampaikan pada 3 Februari 2026 tersebut, aset terbesar Darmawan berasal dari kepemilikan tanah dan bangunan senilai Rp45,7 miliar yang tersebar di sejumlah daerah seperti Jakarta Selatan, Tangerang Selatan, Bantul, Klaten, hingga Depok.Selain properti, Darmawan juga tercatat memiliki sejumlah kendaraan, di antaranya Hyundai Ioniq tahun 2021, Denza D9 tahun 2025, serta dua unit sepeda motor listrik.
Total nilai kendaraan dan alat transportasi miliknya mencapai Rp1,26 miliar.
Tak hanya itu, Darmawan juga memiliki surat berharga senilai Rp20,58 miliar serta kas dan setara kas sebesar Rp42,97 miliar.
Sementara total utang yang dilaporkan sebesar Rp625 juta.
Selain harta kekayaan, besaran penghasilan jajaran direksi PLN juga menjadi perhatian publik.
Mengacu pada laporan resmi perusahaan tahun 2023, PLN mengalokasikan gaji, bonus, dan fasilitas lain untuk direksi mencapai Rp435,8 miliar.
Rinciannya meliputi gaji direksi Rp45,2 miliar, tantiem Rp229,3 miliar, tunjangan perumahan, THR, hingga tanggungan pajak dan BPJS.
Jika dibagi rata, satu orang direksi PLN diperkirakan menerima gaji sekitar Rp277 juta per bulan di luar bonus tantiem yang nilainya bisa mencapai miliaran rupiah per tahun.
Darmawan Prasodjo sendiri diketahui menjabat sebagai Direktur Utama PT PLN sejak Desember 2021 dan kembali dipercaya memimpin perusahaan listrik negara itu pada tahun 2024.
Pria kelahiran Magelang, 19 Oktober 1970 tersebut dikenal sebagai ekonom energi dengan latar belakang pendidikan di Texas A&M University dan Duke University, Amerika Serikat.Sebelum memimpin PLN, Darmawan pernah menjabat Deputi I Kantor Staf Presiden serta Komisaris PT PLN.
Ia juga dikenal aktif mendorong transformasi energi bersih dan modernisasi sektor kelistrikan nasional.(red)
